Menuju Standar Global: Jurusan Pemasaran SMK Manbaul Ulum dan PT Tekad Digital Indonesia Sinkronkan Kurikulum Bisnis Digital

 





CIREBON – Di era ekonomi digital yang tanpa batas, pendidikan kejuruan dituntut untuk bergerak secepat tren pasar global. Menjawab tantangan tersebut, SMK Manbaul Ulum sukses menggelar agenda strategis Sinkronisasi Kurikulum Bisnis Digital (Jurusan Pemasaran) bersama mitra industri, PT Tekad Digital Indonesia, pada Kamis (11/09/2025).

​Langkah ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya serius sekolah dalam menerapkan standar Work-Based Learning (pembelajaran berbasis kerja)—sebuah tren pendidikan yang kini diadukasi oleh negara-negara maju seperti Jerman dan Singapura untuk meminimalkan skill gap di dunia kerja.

Apa Itu Sinkronisasi Kurikulum?

​Secara sederhana, Sinkronisasi Kurikulum adalah proses penyelarasan apa yang dipelajari siswa di kelas dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh industri saat ini. Dalam dunia Bisnis Digital, tren berubah setiap detik. Oleh karena itu, kolaborasi antara pihak sekolah dan praktisi industri sangat krusial untuk memastikan kurikulum tetap relevan, up-to-date, dan kompetitif.

​Mengapa Sinkronisasi Ini Penting? (Perspektif Link and Match)

​Dunia internasional kini menekankan pada Agile Education—pendidikan yang lincah. Melalui kerja sama dengan PT Tekad Digital Indonesia, SMK Manbaul Ulum menargetkan empat poin utama:

​Relevansi Kompetensi (Industry Standards): Memastikan materi digital marketing, SEO, hingga content creation yang diajarkan di kelas adalah alat (tools) dan strategi yang memang digunakan oleh agensi digital profesional.

​Memperkuat Link and Match: Membangun jembatan yang kokoh untuk program Praktik Kerja Lapangan (PKL), magang guru, hingga jalur rekrutmen langsung bagi lulusan terbaik.

​Kesiapan Budaya Kerja (Workplace Culture): Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengenal etos kerja, disiplin, dan kecepatan industri digital yang serba dinamis.

​Peningkatan Daya Serap Lulusan: Dengan kurikulum yang sudah "direstui" industri, lulusan SMK Manbaul Ulum memiliki bargaining power atau nilai tawar yang lebih tinggi di pasar kerja nasional maupun internasional.

​Tren Global dalam Pendidikan Vokasi

Menurut laporan dari World Economic Forum, kreativitas dan literasi digital adalah dua dari sepuluh keterampilan paling dicari di tahun 2025. Dengan menggandeng PT Tekad Digital Indonesia, SMK Manbaul Ulum telah berada di jalur yang tepat untuk mencetak digital talent muda yang siap bersaing secara global.

​"Kami ingin memastikan bahwa murid kami tidak hanya menjadi penonton di tengah masifnya ekonomi digital, tetapi menjadi pemain kunci yang memiliki keterampilan praktis sesuai standar industri," ujar pihak sekolah dalam sela-sela kegiatan.

​Kesimpulan

​Kegiatan sinkronisasi ini merupakan bukti nyata komitmen SMK Manbaul Ulum untuk terus bertransformasi. Dengan pendidikan yang terakreditasi secara industri, siswa Jurusan Pemasaran tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga kompetensi nyata yang diakui oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI).




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran dan Tantangan Seorang Kasir dalam Dunia Ritel

Kunjungan Guru Pembimbing ke Lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) Siswa Jurusan Pemasaran SMK Manbaul Ulum

Memorandum of Understanding (MOU) Jurusan Pemasaran SMK Manbaul Ulum dengan Perusahaan Tekad Digital Indonesia